Hmmm..Jangan Tegang Berfikir, Ini … Kronologi Malam OTT Versi Istri Irman Gusman

oleh -75 views
#Istri Irman, Liestyana Rizal Gusman Bercerita Sambil Menangis.
Foto/Viva; Istri Irman Gusman (Megang Mic)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Istri Irman Gusman, Liestyana Rizal
Gusman  sengaja mendatangi Wakil Ketua DPR, Fadli Zon karena dianggap
sebagai teman baik suaminya. Ia pun menceritakan kronologi malam saat
operasi tangkap tangan terhadap suaminya oleh Komisi Pemberantasan
Korupsi.
“Saya harus sampaikan agar dapat gambaran yang adil,” ujar Liestyana
sambil menangis di Gedung DPR didampingi Fadli dan Wakil Ketua DPD Ratu
Hemas, Jakarta, Selasa (20/9/2016).
Ia menceritakan malam itu Irman sedang makan malam bersama Arwin
Arsyid. Saat itu ada dua orang tamu bernama Memi dan Tanto (Direktur
Utama CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto) memaksa bertemu dengan
suaminya. Tapi saat itu Irman yang sedang keasyikan mengobrol dengan
Arwin, dan sang suami sebenarnya sudah menolak ditemui karena merasa
sudah terlalu malam.
“Tak apa saya cuma datang sebentar saja. Karena saya mau kembali ke
Padang besok hari. Pamdal katakan dia (Memi) maksa-maksa Bapak. Bapak
kan suka tak tega. Bapak sendiri sudah capek dari pagi sudah keluar
rumah,” kata Liestyana.
Setelah menemui tamunya, ia menuturkan saat itu pukul 1 malam dan ia
akan melaksanakan salat isya. Saat sedang salat, Irman masuk ke kamar.
Selesai ia salat, Irman sudah berganti baju piyama. Ia pun teringat ada
pintu kamar depan yang belum ditutup. Ia sempat keluar kamar. Tapi di
depan kamarnya yang terdapat tangga di lantai dua ada orang KPK
berteriak-teriak.
“Langsung bilang Bapak kami tangkap, Bapak terima suap. Saya bilang
kamu kok masuk ke atas. Ini rumah saya. Saya ke bawah, ternyata tamu
Bapak tadi ada di bawah yang namanya Ibu Memi itu,” kata Liestyana.
Ia melanjutkan orang KPK tersebut pun menuduh Irman telah memberikan
rekomendasi kuota gula pada Memi. Sehingga harus ditangkap. Pihak KPK
juga menuding Irman menerima barang suap dari Memi.
“Dia tanya ke Memi, kamu kasih apa. Dia bilang saya tak ada suap-suap
Bapak, saya cuma kasih oleh-oleh. Dia kembali lagi ke Bapak, Bapak ini
pejabat negara tak boleh mengganggu kuota impor gula. Suami saya bilang
saya ini wakil rakyat, dia ini masyarakat,” kata Liestyana.
Menurutnya pihak KPK terus menerus menuding Irman soal suap. Irman
pun kaget. Apalagi pihak KPK dianggap juga tak sopan. Pihak KPK pun
bertanya pada Memi soal barang apa yang diberikan pada Irman.
“Akhirnya saya sebagai istri bengong. Saya tanya mana surat tugas
kamu. Perlihatkan pada suami saya. Dia perlihatkan, suami saya baca.
Surat tangkapnya adalah untuk orang yang bernama Tanto (suami Memi)
tertanggal 24 Juni 2016,” kata Liestyana.
Ia pun mempersilakan KPK menangkap orang yang bernama Tanto dan Memi.
KPK pun menggiring dua orang tersebut. Sementara pihak KPK juga masih
terus menuding Irman soal kuota gula.
“Akhirnya lagi ngotot gitu, baliklah yang namanya Tanto. Dengan
tangan kiri dengan pongahnya dia bilang dengan tangan kiri, eh mana tadi
uang yang saya kasih Rp100 juta buat beli mobil,” kata Liestyana.
Ia dan Irman mengaku kaget. Irman pun menyuruhnya untuk mengambil
barang yang diberikan Tanto. Ia pun berlari ke kamarnya dan segera
mengambil barang yang dimaksud.
“Saya agak kesal, agak saya lempar. Saya disuruh pegang, di bawah, diambil sama orang KPK,” kata Liestyana.
Pihak KPK pun meminta agar Irman mengikutinya dan mengancam akan
memborgol kalau tak ikut. Ia merasa kalimat-kalimat yang dilontarkan
petugas KPK kasar sekali dan dianggap sangat tidak menghargai.
“Masuk ke rumah orang, surat tugas juga salah. Suami saya
dibentak-bentak. Saya bilang sudahlah Pah, ikut saja, ganti baju. Nanti
saya tunggu di sini. Saya sempat diajak, tapi tidak (ikut),” kata
Liestyana.
Setelah kejadian itu, sama sekali tak ada kabar dari Irman maupun
ajudannya padanya selama 24 jam. Ia pun hanya bisa memantau dari
televisi dengan adanya inisial nama suaminya.
“Lalu saya tanya pamdal di depan, tadi ketemu orang itu di mana
(petugas KPK)? Jadi mereka memaksa masuk ke dalam. Mereka bilang saya
punya target di dalam namanya Tanto. Itu jelas sekali pada penjaga. Tapi
waktu dia naik ke atas yang saya sedang tutup pintu, dia (petugas KPK)
melihat muka saya dan bilang Bapak terima suap gula. Tapi pamdal bilang
mau menangkap Tanto,” kata Liestyana.
Berita Terkait; BK DPD RI, Akhirnya Resmi Mencopot Irman Gusman Sebagai Ketua DPD RI
Ia pun baru menyadari kejadian tersebut adalah OTT. Bahkan ia baru
mengetahui tamu yang menemuinya  seorang tahanan kota. Ia pun
mempertanyakan bagaimana bisa tahanan kota datang ke Jakarta. Apalagi
Irman pun sama sekali tak mengenal tamunya tersebut.
“Saya sebagai istri hanya mau menyampaikan biar publik bisa melihat dari dua sisi mengenai apa yang terjadi,” kata Liestyana. (Red/Viva).

No More Posts Available.

No more pages to load.