Hmmm… Ini ni Yang Membuat Harga Cabe Selalu Eksis Mahal

oleh -
PALEMBANG, SriwijayaAktual.com – Meski produksi cabe sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Provinsi Sumatera Selatan. Dengan rata-rata produksi sekitar 5 ribu smpai 7 ribu ton perbulan. Hanya saja, buruknya tata niaga atau pendistribusian cabe dari petani ke konsumen menyebabkan terjadinya kenaikan harga.
Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Sumsel, Erwin Noor Wibowo mengatakan, pihaknya telah melakukan penghitungan kebutuhan konsumsi, dan stok cabe dinyatakan aman. Baik itu, untuk rumah makan, ataupun kebutuhan rumah tangga.
“Kebutuhan cabe rata-rata 2 ribu sampai 3 ribu ton perbulan, dengan produksi sekitar 5 ribu smpai 7 ribu ton perbulan. Artinya produksi (Sumsel) kita lebih,” terangnya, dilansir rmolsumsel (16/5/2016).
Upaya mengatasi buruknya tata niaga tersebut. Erwin menjelaskan, pihaknya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan diskusi, mencari langkah dan jalan keluarnya. Bagaimana memperpendek mata rantai itu dari petani ke konsumen. Selain itu, pihaknya juga mencoba membuat sistem pasar dengan menawarkan pola pasar penyeimbang
Dengan diperpendeknya mata rantai tersebut, diyakini akan memberikan keuntungan. Yakni, petani mendapatkan harga yang lebih baik dari sebelumnya, dan harga beli konsumen dapat lebih rendah.
“Pola pasar penyeimbang ini tujuannya untuk menerobos agar tidak terlalu panjang mata rantainya. Petani dan konsumen akan dapat menikmati dengan harga yang layak,” ujarnya.
Dari hasil pemetaan tersebut yang menyangga cabe di Kota Palembang yakni Kabupaten Banyuasin, Kabupaten OKI, Kabupaten OI, dan Kota Pagaralam.[*).

No More Posts Available.

No more pages to load.