Hmmm … di Sriwijaya Expo 2016, Ada Oknum Pungli Pak?

oleh -

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com
– Tidak tahan
dengan sikap pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oknum Dinas Pariwisata Kota
Palembang yang diduga bernama Midi, ratusan pedagang yang ikut serta pada acara Sriwijaya
Expo Palembang di Benteng Kuto Besak (BKB) akhirnya angkat bicara, deperti
dilansir Sumselupdate.com Jumat (20/5/2016).

Keluhan tersebut disampaikan
pedagang bernama Udin (55), ia bersama para pedagang serta pedagang kaki lima
pada acara tersebut tak terima selalu dipungut oleh oknum yang bekerja di Dinas
Pariwisata Kota Palembang.

“Kami semua di sini sudah
membayar kepada penyelenggara acara Sriwijaya Expo yakni, PT Garisindo Media
Tama. Itu artinya kami sudah membayar secara resmi. Tapi ini kami tiap malam
tetap ditagih Rp5.000 sampai Rp10.000,” kesalnya.

Senada disampaikan, pedagang
lain, Anjay, dalam acara yang berlangsung selama 5

hari oknum tersebut
melibatkan sejumlah orang yang bertatto, bahkan ada beberapa yang membawa
senjata tajam (Sajam) saat memungut biaya pada malam hari.

Artikel Menarik Lainya!:   Edan!!, Cina Nekat Bangun Rudal di Rumah Dewa Umat Hindu India

“Mereka tiap malam memungut
dan kami sudah resah. Bahkan, waktu ada kehilangan oknum ini tak mau tanggung
jawab Pak. Jadi percuma saja kami menyetor terus ke dia,” tambah dia. 

Sementara itu, saat
dikonfirmasi secara terpisah, perwakilan penyelenggala event Sriwijaya Expo, PT
Garisindo Media Tama yang tidak mau disebutkan namanya,  meminta Walikota Palembang beri sanksi oknum
tersebut.

“Kita harap Walikota
Palembang dapat membersihkan oknum yang tak bertanggung jawab semacam ini,
karena sudah sangat merugikan kami,” harap perwakilan dari PT Garisindo Media
Tama berinisial YG, Jumat (20/5/2016).

Dirinya memang mengaku sangat
kecewa dengan sikap oknum tersbeut. Padahal, pihaknya mengadakan acara ini
memang sudah resmi dengan izin dari Pemkot Palembang.

Artikel Menarik Lainya!:   BPKP Dapati Indikasi Penggelembungan Harga Tas Bansos Senilai Rp6,09 Miliar

“Kami sudah menyewa lapangan
ini, artinya selama acara ini berlangsung ini wewenang kami. Bahkan, sebelum
acara kami sudah membayar uang keamanan kepada oknum itu sebesar Rp20 juta,”
kata dia.

Tetapi, dikatakan dia, para
pemilik fasilitas lainnya yang terlibat pada acara ini seperti pemilik
panggung, tenda, kursi dan para pedagang mengeluh ke pihaknya karena adanya
pungutan lain.

“Percuma sudah dikasih uang
keamanan, oknum ini masih saja meminta kepada pedagang, pemilik panggung, kursi
juga diminta kembali. Bahkan, mereka memintanya bukan sekali melainkan setiap
hari,” tutupnya. (Sumselupdate/Redaksi).

No More Posts Available.

No more pages to load.