HMI Cabang Palembang, Siap Upaya Aktualisasi Nilai-Nilai Keislaman; "Upaya Menjawab Problematika Umat dan Bangsa

oleh -

Ket/Foto; Pembukaan LK II HMI Cabang Palembang

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com – Latihan Kader II (LK II)  atau Intermediate Training Tingkat Nasional HMI  Cabang Palembang 2016 ini, diikuti dari cabang HMI seperti HMI Cabang Jakarta, Jambi dll, dengan peserta 53 peserta.


Menjadi aktivis mahasiswa itu cukup enak, sekaligus pahit. Itulah suatu warna dalam gerakan mahasiswa dan bagi HMI hal itu justru memotivasi dalam bergerak sesuai organisasai kader, calon pemimpin  Bangsa Indonesia kedepan.
   “Indonesia dan Islam tidak bisa dipisahkan. HMI hingga saat ini tetap komitmen untuk mengisi kemerdekaan, pembangunan  Bangsa Indonesia dengan  nilai-nilai Islam” Demikian ungkapnya Ketua Umum HMI Cabang Palembang Ramdoni Saputra dalam sambutan pembukaan LK II HMI Cabang Palembang, bertema Aktualisasi Nilai-Nilai Keislaman; “Upaya Menjawab Problematika Umat dan Bangsa”, yang dihadiri dr. Oni Jauhari MM  (Kepala Group Manajemen Perubahan Revolusi Mental BPJS Kesehatan), Sudarto KS (Kepala BPJS Cabang  Kota Palembang), Solehun M.Pd (Ketua KAHMI Palembang), Budina Sofyan (Departamen PAO PB HMI), kader dan alumni HMI,  serta kader Komisariat di  HMI Cabang Palembang, sekitar 100 orang, di Aula Gedung YPU-Sekretariat HMI Cabang Palembang, Minggu (22/5/2016).


Lanjut Ramdoni, menurutnya, Islam saat ini  sering dijadikan musuh dari orang-orang atau kelompok  yang tidak senang dengan islam. Pelaku Teroris di klaimkan umat islam, koruptor orang islam. Hal itu lah yang menjadi tanggung jawab mahasiswa dan pemuda hari ini untuk meluruskanya dengan bukti gerakan, bahwa Agama Islam bukan teroris dan sejenisnya” ungkapnya.


“Berharap, pelaksanaan LK II HMI Cabang Palembang, dari 22-27 Mei 2016 berjalan dengan lancar dan dapat mencetak kader HMI yang militan intensif serta bermanfaat untuk umat dan bangsa”Tandasnya.


Sementara itu, dalam sambutan sekaligus membuka LK II secara resmi,  Solehun M.Pd, mengatakan, HMI harus siap  tetap kritis dan solutions terhadap sosial dan kebijakan pemerintahan. Sehingga HMI dapat bermakna dalam artian bermanfaat bagi umat dan bangsa”katanya.


Saat ini perkembangan sosial, marak terjadinya tanda-tanda dekradasi moral, salah satunya seperti kekerasan sexsual yang dilakukan remaja di Bengkulu.
  “Hal itu adalah merupakan tanggung jawab kader HMI untuk berperan aktif turut memberbaiki moral remaja yang merupakan penerus bangsa Indonesia kedepan” ujarnya.


Sementara itu, sambutan mewakili  Direktur Utama BPJS Kesehatan dr.Fahmi Idris, oleh dr.Oni Jauhari MM, memgatakan, meminta maaf atas tidak dapat hadirnya Kanda dr.Fahmi Idris, karena sedang kurang sehat.


Menjelaskan BPJS Fokus Utama di Tahun 2016, bahwa di tahun 2016, terdapat 3 fokus utama yang akan menjadi prioritas BPJS Kesehatan, yakni;


“Fokus Pertama adalah Sustainabilitas Keuangan, untuk menjamin keberlangsungan program JKN-KIS menuju cakupan semesta. Caranya melalui optimalisasi rekrutmen Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) dan peningkatan pengawasan kepatuhan, serta peningkatan upaya collecting iuran Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan penguatan investasi.‬
‪‬
‪Fokus kedua adalah Pemantapan layanan, dalam rangka meningkatkan kepuasan seluruh peserta. Caranya dengan memperkuat sistem pelayanan on line untuk peserta PPU, implementasi Coordination of Benefit (COB), perluasan dan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan (tingkat pertama dan lanjutan) khususnya optimalisasi peran Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebagai lini pelayanan tingkat pertama.


“Dan, fokus ketiga adalah Optimalisasi Revolusi Mental, yaitu dengan semakin meningkatkan integritas, etos kerja dan sosialisasi prinsip serta budaya bahwa dengan gotong royong maka target JKN-KIS menuju cakupan semesta untuk seluruh rakyat Indonesia akan lebih cepat tercapai.‬

‪Tambahnya Oni, pada prinsipinya, kami akan terus melakukan perbaikan yang terus menerus walau hasilnya saat ini sudah di atas target tahunan yang sudah ditetapkan. Program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan sesungguhnya adalah re-aktualisasi dari budaya asli bangsa ini, yaitu gotong royong. “Dukungan masyarakat serta stakeholder terkait sangat dibutuhkan untuk tercapainya jaminan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan untuk seluruh rakyat Indonesia kelak”Tandasnya. (Art).

Artikel Menarik Lainya!:   AM Hendropriyono, Sebut Archandra Aset Bangsa Indonesia Yang Sangat Berharga

No More Posts Available.

No more pages to load.