Hiii..Seremm … Tanah Bergerak Diiringi Banjir Lumpur Terjadi di Kabupaten, ini …

oleh -45 views
Korban Tanah Bergerak dipengungsian

PONOROGO-JATIM, SriwijayaAktual.comFenomena tanah gerak kembali terjadi di Desa Talun
Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo. Bahkan lebih parah karena dicampur
dengan banjir lumpur.

Kini setidaknya 39 KK di Desa Talun
terpaksa mengungsi di pos pengungsian kantor desa setempat. Pasalnya
warga khawatir jika tidak segera mengungsi tempat tinggal mereka yang
ada di lereng gunung wilis longsor dan menimpa rumah.

Warga mengaku audah mengungsi ditenda pengungsian yang didirikan di halaman kantor sejak sepekan terakhir.

“Sudah tujuh hari mas ngungsi. Saya takut banget soalnya,” kata Musrini, salah satu pengungsi.

Musrini mengaku dia dan tetangganya tinggal dipengungsian di malam hari saja. Untuk menghindari hal-hak yang tidak diinginkan.

Sementara pada siang hari, puluhan pengungsi memilih beraktivitas seperti biasa. Misalnya bertani maupun sekolah.

Di
sisi lain, pantauan petugaa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Ponorogo saat ini kondisi tanag bergerak di Desa Talun memang berbahaya.
Bahkan BPBD sudah menetapkan status siaga sejak sepekan terakhir.

“Statusnya memang siaga,” kata kepala BPBD Ponorogo, Bedianto.

Selain
itu, lanjut dia, karena intesitas hujan yang cukup tinggi menambah
retak yang ada. Termasuk terjadinya longsor setiap hari.

Ibed
panggilan akrab Bedianto ini, mengatakan rekomendasi dari geofisika Bandung
memang di Desa Talun rawan longsor dan tanah retak. Dia mengatakan  Ibed
menjelaskan karena hujan terlalu tinggi membuat longsor batu. “Kadang
bisa terlempar sampai 500 meter,” katanya.

Ibed mengaku sudah melakukan hal-hal preventif. Yakni membuat posko di Desa Talud.

“Sudah membuat posko. Total pengungsi asa 39 kk. Itu semua warga sana,” tambahnya. (mit/ted/BJ)

No More Posts Available.

No more pages to load.