Fakta Pernikahan yang Perlu Diketahui Calon Pengantin

oleh -114 views
Fakta Pernikahan yang Perlu Diketahui Calon Pengantin
ilustrasi

Roda Duniawi – Pernikahan tak dapat disangkal sebagai peristiwa sakral yang dapat mengubah hidup seseorang. Namun, pernikahan bukanlah sekadar akhir yang bahagia dalam dongeng. Pernikahan seringkali memberikan kejutan bagi pasangan pengantin baru.

Meski Anda sudah mengenal pasangan beberapa waktu, setelah menikah, tetap saja akan ada hal-hal yang baru Anda ketahui. Apalagi pernikahan tidak secara otomatis melebur dua pikiran menjadi satu.

Fakta Pernikahan yang Perlu diketahui

Berikut beberapa hal tentang pernikahan yang seharusnya diketahui oleh calon pengantin:

  1. Menghadapi kepribadian pasangan
    Jika berpikir pasangan Anda akan berubah setelah menikah, sebaiknya pikirkan ulang. Mengubah sikap dan sifat seseorang yang sudah dewasa bisa dikatakan hampir mustahil. Jauh lebih mudah untuk mengubah reaksi diri sendiri terhadap hal tersebut. Pernikahan adalah sebuah komitmen untuk menerima sifat pasangan apa adanya.
  2. Pertengkaran seringkali tak terelakkan

Pertengkaran antara pasangan suami-istri tidaklah selalu buruk. Hal ini berarti keduanya masih peduli satu sama lain. Sikap tidak peduli justru pertanda pernikahan tengah mengalami masalah.

Artikel Menarik Lainya!:   Tahukah Kamu? Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

Ada nasihat yang menyebutkan, jangan tidur dalam keadaan marah. Namun, kadang hal tersebut tak terelakkan. Jika pertengkaran membuat lelah, istirahatlah guna merenungi kesalahan masing-masing.

Kenali perasaan Anda lebih dalam, apakah Anda merasa marah, terluka atau lainnya. Bisa jadi masalah yang dihadapi benar-benar serius atau pertengkaran terjadi hanya karena kalian berdua merasa sangat lelah.

Ingat, pernikahan tidak akan menjamin Anda terlepas dari berbagai rasa tidak menyenangkan. Misalnya, rasa stres berat di kantor ataupun di tempat lain. Jadikan pertengkaran sebagai latihan komunikasi yang baik untuk membina hubungan, dengan demikian maka Anda dan pasangan akan memiliki kedekatan yang lebih erat.

  1. Semakin banyak hal yang harus dilakukan

Setelah menikah, segala sesuatu harus dihadapi berdua. Segala perubahan emosi, masalah pekerjaan, masalah kesehatan, komitmen terhadap keluarga, konflik, dan lain-lain akan muncul dari pihak Anda dan pasangan.

Kehidupan pernikahan kadang mengejutkan bagi pasangan baru, karena masih butuh penyesuaian diri. Ketidakmampuan berkompormi tak jarang membuat hubungan antara suami istri jadi renggang.

Artikel Menarik Lainya!:   Metode Memancungkan Hidung dengan Efisien serta Terjamin

Untuk menghadapinya, suami istri perlu berbagi mengenai perasaan, tujuan, atau impian masing-masing. Segarkan lagi ingatan bahwa pernikahan tak hanya sekadar berbagi mengenai pekerjaan, anak-anak, atau tugas di rumah.

  1. Ketika s3ks tidak akan selalu jadi hal utama
    Seiring berjalannya usia pernikahan, aktivitas s3ks tidak semenggebu-gebu sebagaimana awal pernikahan. Normal jika Anda dan pasangan melewatkan beberapa malam tanpa berhubungan s3ks.

Tak perlu terlalu berpikir berlebihan mengenai seberapa sering berh-bungan 1ntim dengan pasangan, namun fokus saja pada quality time dengan pasangan. Perwujudan kasih sayang suami-istri pun bisa dilakukan dalam bentuk lain yang tak kalah menyenangkan seperti memeluk atau mencium.

Yang jelas penting untuk berkomunikasi dengan pasangan agar kepu4san dan h4srat yang Anda inginkan dari pernikahan dapat terpenuhi. Dengan demikian, intimasi antara Anda dan pasangan juga akan menjadi lebih baik.

  1. Memahami pengaruh keluarga

Pernikahan tak sekadar penyatuan antara dua individu, tapi juga dua keluarga besar. Setelah menikah, menjaga hubungan dengan mertua dan keluarga pasangan sangatlah penting. Terkadang hal ini tidaklah mudah. Ada saja pernikahan yang dihadapkan dengan mertua yang menyebalkan. Untuk itu diperlukan pengertian dan bantuan dari pasangan.

Artikel Menarik Lainya!:   Susu Plus Cemilan, Solusi Tidur Nyenyak

Salah satu fakta tentang pengaruh keluarga terhadap pernikahan yang jarang disadari, yaitu cara pasangan mencontoh orang tuanya dalam menyikapi rumah tangga. Misalnya, dalam hal pembagian tugas di rumah hingga bagaimana mengelola keuangan.

Hal yang perlu diingat, adalah bahwa pasangan yang baik tidak menjadikan keluarga lain sebagai pembuat keputusan, dan tetap menetapkan batasan yang wajar terhadap orang lain dalam membina rumah tangga.

Jangan menganggap pernikahan sebagai titik akhir dari suatu hubungan. Justru pernikahan merupakan sebuah awalan dari perjalanan panjang. Untuk itu, penting untuk mengenali diri Anda dan pasangan lebih dalam. Jangan ragu menanyakan hal-hal yang memang perlu untuk ditanyakan, kemudian saling bekerja sama demi mewujudkan pernikahan yang bahagia. [*]