Fadli Zon; Minta TPFG Diperpanjang Lagi Untuk Membongkar Tuntas Testimonyi Freddy Budiman !!!

oleh -58 views
JAKARTA, SriwijayaAktual.comWakil Ketua DPR RI  Fadli Zon
meminta Kapolri untuk menambah masa kerja tim independen, yakni  Tim  Pencari fakta Gabungan (TPFG) 
bentukan Polri untuk mengungkap kebenaran testimoni terpidana mati Fredi
Budiman. Alasannya, karena belum maksimalnya kinerja tim dalam
mengungkap aliran dana dan keterlibatan pejabat Polri, TNI dan Badan
Narkotika Nasional (BNN) dalam testimoni Fredi.
“Kita kasih waktu lagi, apa susahnya. Kok masalah waktu yang
dipermasalahkan. Saya alasan itu enggak masuk akal,” kata Fadli di
Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/9/2016).
Fadli ingin agar tim independen membuka sejelas-jelasnya testimoni
Fredi yang diduga melibatkan aparat dalam bisnis narkoba. Jika berhasil
diungkap, dia berharap polisi menindak tegas petugas yang terlibat.
“Harusnya diungkap. Selama ini kan kita mendengarkan hanya desah
desus itu. Jadi ini juga dari pihak kepolisian sudah membuat tim, BNN
dan sebagainya. Jangan sampai ini ditutup-tutupi. Mereka oknum-oknum
yang terlibat harus ditindak secara hukum,” tegasnya.
Sebelumnya, anggota tim independen, Hendardi membeberkan alasan tim
belum berhasil menemukan bukti atau fakta adanya keterlibatan pejabat
Polri, TNI dan BNN dalam bisnis haram Fredi. Dia berdalih, waktu yang
diberi kepada tim independen cukup singkat.
“TPF memiliki keterbatasan sebagai berikut, waktu kerja 30 hari,” kata Hendardi di PTIK, Jakarta, Kamis (15/9/2016).
Kemudian, pengumpulan informasi terkait pertemuan Koordinator KontraS
Haris Azhar dengan Fredi yang dinilai Hendardi cukup terbatas.
“Mulai, dari masalah pleidoi, dugaan adanya aliran dana Rp 90 miliar
ke pejabat Polri, dugaan keterlibatan anggota Polri dalam bisnis
narkoba, dan pemeriksaan terhadap video testimoni Fredi,” ucap dia.
Baca juga; Kapolri Jenderal Tito Karnavian; Masa Tugas TPFG Tidak Perlu Diperpanjang
Bukan hanya itu, rentang waktu pertemuan antara Haris dan Fredi
dengan testimoni yang disebar ke media sosial terlalu jauh. Sehingga tim
independen kesulitan menemukan petunjuk awal untuk mengungkap
fakta-fakta dari testimoni tersebut.
“Tidak adanya petunjuk awal sebagai dasar pencarian fakta,” pungkas Hendardi. (*).
Sumber, Merdeka.com

No More Posts Available.

No more pages to load.