ESDM Sebut Tunggakan Pajak PKP2B Diaudit BPK dan BPKP

oleh -
Tambang Batu Bara (Ist/net)

JAKARTA, SriwijayaAktual.com ‎Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
menyatakan belum semua perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan
Pertambangan Batubara (PKP2B) memenuhi kewajiban pajak. Namun, besaran
tunggakan sedang diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan
Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Tunggakan royalti ada. Tapi itu masih diaudit oleh BPK dan BPKP,”
kata Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang
Gatot di Jakarta, Kamis (23/6/2016).

Bambang sendiri menampik besaran tunggakan pajak itu berjumlah
fantastis. Pasalnya, PKP2B pada umumnya tertib memenuhi kewajiban pajak.
Hanya saja, Bambang sendiri belum berani membeberkan jumlah tunggakan
PKP2B yang ada. Lantaran menunggu proses audit BPK dan BPKP yang sedang
berjalan.

Artikel Menarik Lainya!:   Mengintip Manula Miskin Dari Sisi Lain

Berdasarkan data yang diperoleh Beritasatu.com, tunggakan pajak
beberapa PKP2B hingga akhir 2015 kemarin antara lain, iuran tetap
sebesar US$ 617.175. Kemudian Royalti Rp 3.064.280.699.650 dan US$
1.153.684.374. Serta Pembagian Hasil Tambang yang mencapai Rp
678.109.628.447 dan US$ 167.176.446.

Bambang sendiri menjelaskan, data tersebut tidak sepenuhnya benar.
Pasalnya, kata dia, sudah ada perusahaan yang melunasi kewajiban
pajaknya. Selain itu ada pula restitusi (pengembalian pajak) yang harus
dibayarkan oleh pemerintah. (Adm)

Sumber, BeritaSatu.com

No More Posts Available.

No more pages to load.