DPR RI Akan Pertanyakan Langkah Polri Cegah Bentrok di Wilayah Tambang

oleh -
Ilustrasi/Ist

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Kasus penembakan yang diduga dilakukan aparat kepolisian
membuat Komisi III DPR RI memertanyakan keseriusan Polri soal daerah
pertambangan. Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani menegaskan, pihaknya
akan memertanyakan langkah apa yang sudah diambil kepolisian untuk
mencegah terjadinya bentrokan di wilayah sekitar tambang.

Sebab, kasus penganiayaan maupun bentrokan bukan kali ini saja
terjadi di wilayah pertambangan. “Dengan munculnya kasus Bengkulu ini
maka perlu dipertanyakan bagaimana langkah-langkah yang sudah diambil
jajaran kepolisian terutama di jajaran Polda Bengkulu sebelumnya,” tutur
Arsul kepada Republika.co.id, Minggu  (12/6/2016).

Sekjen PPP hasil muktamar Pondok Gede Jakarta ini mengatakan, kasus
penembakan di Bengkulu menjadi catatan penting bagi DPR untuk menilai
kinerja Polri. Sebab, kasus penganiayaan di sekitar pertambangan juga
pernah terjadi di daerah lain.

Misalnya di Desa Selok Awar-awar, Jawa Timur. Setelah kasus yang
menyebabkan Salim ‘Kancil’ tewas usai dianiaya puluhan orang, kata
Arsul, Kapolri langsung memberi intruksi agar untuk meningkatkan
kewaspadaan dan pencegahan di wilayah pertambangan.

“Kapolri kan sudah pernah keluarkan instruksi agar semua
daerah yang terdapat pertambangan maka aparat kepolisian harus
meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan untuk
menghindari bentrokan,” kata Arsul menegaskan.

Jadi, Komisi III akan segera memertanyakan soal langkah-langkah
Kapolda Bengkulu terkait pencegahan bentrokan yang dilakukannya sebelum
ini. Ini juga akan menjadi bahan evaluasi kinerja Polri secara
keseluruhan di hadapan Komisi III DPR RI. (Adm).

No More Posts Available.

No more pages to load.