Ditpolair Polda Sumsel, Berhasil Menggagalkan Penyelundupan Minyak Ilegal

oleh -

Kapal Motor Tangker yang diamankan Ditpolair Polda Sumsel dari perairan Tanjung Kampeh Sei Sembilang Kabupaten Banyuasin (Ist).

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com – Direktorat  Polisi Air (Ditpolair) Polda Sumsel, Kamis (23/6)
sekitar pukul 00.15,  menggagalkan upaya penyelundupan minyak sebanyak
1.200 ton yang diangkut Kapal Motor Tangker (KMT) Merlion 2 berbendera
Saint Kitts and Navis di perairan Tanjung Kampeh Sei Sembilang,
Kabupaten Banyuasin.
Direktur Ditpolair Polda Sumsel Kombes Pol Robinson DP Siregar,
Minggu (26/6), mengatakan, aksi penggagalan penyelundupan minyak ilegal
tersebut berawal saat pihaknya mendapat informasi adanya transaksi
bongkar muat minyak di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang mencurigakan
yang dilakukan antara KMT Merlion 2 dan Andhika Arsanti.
Artikel Menarik Lainya!:   H. Abdul Aziz SH; Sparing Partner Antar Dojo KKI Sumsel, Upaya Membangun Bangsa Melalui Olahraga
“Mendapat laporan tersebut, kita langsung melakukan pengecekan. Dan
saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dari kedua nahkoda kapal tidak
ada yang bisa menunjukkan dokumen resmi,” katanya.
Saat dilakukan penangkapan, dikatakan Robinson, kedua kapal
tersebut tengah melakukan bongkar muat atau pemindahan minyak jenis
crude oil dari KMT Andhika Arsanti ke KMT Merlion 2.
“Saat itu, di KMT Merlion 2 sudah memuat 600 ton dan ditambah lagi
600 ton yang sedang berlangsung ini. Sehingga total ada 1200 ton,”
katanya.
Dikatakan Robinson, KMT Andhika Arsanti sendiri memuat minyak tersebut berasal dari perairan Muntok Bangka Barat.
Masih dikatakannya, saat dilakukan penangkapan KMT Merlion 2
dinakhodai E dengan membawa sebanyak sembilan Anak Buah Kapal (ABK)
sedangkan, KMT Andhika Arsanti sendiri membawa 27 ABK yang dinakhodai E.
Dua dari sembilan ABK KMT Merlion 2 diketahui merupakan warga
Myanmar. Karena itu, kita koordinasikan dengan pihak imigrasi terkait
dua WNA Myanmar tersebut,” jelasnya.
Artikel Menarik Lainya!:   Membuka Misteri Asal Usul Narkoba Freddy Budiman
Untuk saat ini, dikatakan Robinson, kedua KMT Merlion 2 dan Andhika
Arsanti serta para nahkoda dan ABK telah diamankan di Ditpolair Polda
Sumsel Sungai Lais Kecamatan Kalidoni Palembang setelah tiba pada Jumat
(24/6) kemarin.
“Sementara, Pasal yang dipersangkakan Pasal 55 huruf B, C dan D
Undangan-undang No 22 tahun 2001 tentang Migas jo pasal 55 KUHP &
Pasal 480 KUHP,” katanya.
Selain itu apakah minyak tersebut akan dibawa ke mana atau ke luar
negeri, Robinson mengatakan, dugaan minyak tersebut ada untuk dibawa ke
luar negeri.
“Dugaan mau dibawa ke luar negeri ada tapi untuk lebih jelas dan pastinya masih dalam pemeriksaan lebih lanjut,” katanya. (Adm/Beritapagi)

No More Posts Available.

No more pages to load.