Distribusi Bawang Tidak Merata

oleh -17 views

                                                             Foto/Net/Ilustrasi

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com  – Sekretaris Kementerian Perdagangan, Sri
Agustina mengatakan ketidakmerataan distribusi bawang dari sentra
produksi ke daerah lain menjadi penyebab utama naiknya harga di pasaran.

“Sebenarnya jika dibandingkan antara produksi dan konsumsi, bawang
justru surplus, tapi persoalannya distribusinya tidak merata, sehingga
untuk daerah yang tidak kebagian atau tersendat pengirimannya dipastikan
harganya melambung seperti terjadi pada bulan lalu,” kata Sri di
Palembang, dilansir Antarasumsel.com Sabtu (14/5/2016).

Ia yang dijumpai seusai acara pasar murah gula di Pasar Cinde
Palembang mengemukakan, menjaga stabilitas harga bawang juga tidak mudah
karena komoditas ini tergolong tidak bisa distok lama sehingga harus
segera dilepas di pasar.

Artikel Menarik Lainya!:   Jaksa Agung: Eksekusi Mati Pasca Lebaran, Freddy Juga Disertakan !!!

Selain itu kebutuhan petani yang tinggi terhadap uang tunai kerap
membuat mereka telah menjual bawang justru sebelum dipanen (saat panen
sudah milik tengkulak).

“Terkait ini, pemerintah berupaya mengeliminasinya dengan pembelian
oleh Bulog, sehingga harga yang terbentuk di tingkat petani menjadi
sesuai,” kata dia.

Sementara ini, Bulog telah melakukan pembelian di sentra bawang di
Cirebon, Tumanggung, Brebes, dari 23 sentra yang ada di Jawa.

Dengan begini, pemerintah optimistis bahwa kebutuhan bawang di Jawa dapat teratasi, begitu juga dengan di Sumatera.

“Hanya daerah Indonesia Timur saja yang masih rawan, tapi tidak bisa
juga divonis seperti itu karena ini sedang proses dan Bulog menargetkan
bisa melakukan banyak pembelian di sentra produksi bawang,” kata dia.

Artikel Menarik Lainya!:   Antri Bergilir Coy ....Gadis Ini 'Digilir' 5 Pemuda di Sebuah Gubuk

Saat ini harga bawang yang terbentuk di pasaran secara rata-rata
nasional Rp34 ribu per kg, atau masih jauh dari harga acuan Rp25.600.

Ke depan, untuk lebih menstabilkan harga bawang yang menjadi salah
satu komoditas penyumbang inflasi, pemerintah akan memerintahkan Bulog
untuk lebih aktif dalam pembelian bawang di sentra produksi.

Kemudian, mengembangkan perdagangan online antarpengepul dan
antarkonsumen untuk mengurangi biaya sehingga harga yang terbentuk di
pasaran menjadi lebih terjangkau masyarakat. (*)