Dishubkominfo Sumsel, Larang Organda Sewakan Bus-nya Kepada Masa Aksi Sumsel Bela Islam Jilid III ke DKI Jakarta

oleh -58 views
Sudirman – Kabid DLLAJ & Perkeretaapian Dishubkominfo Sumsel (24/11/2016)
PALEMBANG-SUMSEL, SriwijayaAktual.com – Terkait rencana aksi unjuk rasa Bela Islam Jilid III
di DKI Jakarta, Dinas Perhubungan Komunikasi &  Informatika
(Dishubkominfo) Sumsel, menghimbau kepada Pengusaha Angkutan Darat
supaya tidak memberikan izin sewa kendaraanya oleh umat Islam untuk
berangkat ikut aksi Bela Islam Jilid III  di DKI Jakarta.

“Hal
itu, sesuai dengan sebelumnya interuksi atau  perintah dari Gubernur
Sumsel Kepada Dishubkominfo Sumsel, untuk diantisipasi agar perusahaan
angkutan darat (bus) dilarang disewakan untuk masa aksi Bela Islam Jilid
III, 2  Desember 2016 ke DKI Jakarta.” Katanya Sudirman, Kabid DLLAJ
dan Perkeretaapian  Dishubkominfo  Sumsel, Kamis (24/11/2016).

“Interuksi
larangan tersebut, dilakukan secara tidak transparans dan juga tidak
melalui handpone,  akan tetapi sebelumnya pihaknya  sudah melakukan
interuksi  secara face to face atau tidak tertulis kepada  Organsasi
Angkutan Darat (Organda) Sumsel. Sehingga  pihak Organda   Sumsel
segera   mengindentifikasi dari 11  Perusahaan Oto Bus antar Kota antar
Provinsi yang ada di Kota Palembang untuk melarang disewakan  masa aksi
Bela  Islam Jilid ke DKI Jakarta.”Jelasnya.

“Selain itu juga,
pihaknya  mendatangi PO Oto Bus antar kota antar provinsi yang ada  di
Wilayah Sumsel, meminta supaya  tidak mengizinkan bus nya di sewa masa
aksi Bela Islam Jilid III aksi unjuk rasa ke DKI Jakarta.

Lanjutnya,
Sudirman, menegaskan, jika perusahaan angkutan darat tidak mengindahkan
interuksi tersebut dan tetap mengizinkan bus-nya disewa, maka siap saja
dikenakan resikonya,  akan dikenakan sanksi administrasi dan akan
dicabut izin operasinya serta  tidak akan diberikan perpanjangan  izin
operasi kedepanya terhadap bus perusahaan angkutan darat
tersebut.”Tegasnya.

“Tambahnya, pihaknya juga dilapangan
kedepanya, dijalan akan mencegat jika terbukti ada bus yang mengangkut
masa aksi ke DKI Jakarta dari Sumsel.  “Selain itu, jika bus tersebut
mengalami gangguan atau kecelakaan, bahkan atau hancur dirusak pendemo
serta rusak hancur  dilokasi aksi ,  maka resikonya perusahaan bus itu 
yang tanggung sendiri. “Bebernya.

Pihak Pemprov Sumsel tidak
menginginkan seperti aksi Bela Islam Jilid II di DKI Jakarta, 4 November
2016 lalu, beberapa  ormas Islam Sumsel seperti FPI Sumsel bersama Ormas Islam Sumsel lainya berangkat ke DKI Jakarta dengan menyewa
menggunakan tujuh  Bus Yoanda Prima. “Hal itu mencemaskan, karena rawan
dan besar resikonya dijalan maupun dilokasi aksi di Jakarta. “apalagi nanti aksi 2 Desember 2016, sangat dikwatirkan ada dari luar oknum  penyusup  yang dapat membahayakan umat Islam, khususnya warga Sumsel. “Tandasnya Sudirman. 

Baca Juga Ini; – Sarankan Warganya; Sudah, di Surabaya Saja Gak Usah Ikut Aksi “212” di DKI Jakarta, Risma; Siapkan Makanan Banyak Lho 🙂
– Panglima TNI Jend. Gatot Nurmantyo; Sudah Ya … Jangan Ada Aksi Lagi, Kita Kawal Saja Proses Hukumnya Ahok, Karena Jika Tetap Aksi Lagi “RAWAN”, Memang Kenapa Jenderal? Ini …. Oke Siap Jenderal !!!

Sebelumnya,
seperti yang diberitakan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo
menyerukan kepada seluruh pemuda tanah air untuk menanggalkan ego dalam
diri masing-masing. Dia juga mengajak agar selalu ingat akan sejarah
perjuangan bangsa serta cegah hasutan hingga adu domba.

“Kita
harus waspada, ego kita sekarang adalah kita lebih sering menggunakan
kata ‘aku’, bukan ‘kita’. Mari kembali ingat sejarah, cegah hasutan,
provokasi, dan adu domba!” seru Gatot saat memberi kuliah umum di Balai
Sidang UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/11/2016) kemarin.

Gatot
menambahkan, bahwa demo 4 November 2016  kemarin adalah murni didesain
anak bangsa dan berjalan dengan demokratis. Gatot juga menyinggung soal
penetapan status gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama
atau Ahok yang menjadi tersangka soal kasus dugaan penistaan agama,
alangkah baiknya kita utamakan kawal proses hukumnya, supaya benar dan
beradilan.

“Jikapun akan terjadi demo susulan, Gatot mengatakan
rawan dengan adanya  unsur dari luar yang sengaja akan membuat kekacauan
dan memecah belah NKRI dan akhirnya konsep membagi wilayah Indonesia
akan terwujud.”Jelasnya. (Art).

Berikut Video Cuplikan Wawancara Kepada Bapak Sudirman, Kabid DLLAJ & Perkeretaapian Dishubkominfo Sumsel (24/11/2016): 

No More Posts Available.

No more pages to load.