Polisi Tendang Tahanan Picu Kerusuhan di Lapas Gorontalo

oleh -

Ilustrasi/Net

GORONTALO, SriwijayaAktual.comDirektorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM
mengatakan kericuhan di Lembaga Pemasyarakatan Gorontalo, Sulawesi,
diduga dipicu oleh aksi kekerasan yang dilakukan salah satu anggota
Kepolisian yang mengawal tahanan usai bersidang di Kejaksaan Negeri
Limboto, Gorontalo, sore kemarin.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Gorontalo Agus Subandrio
mengatakan, kekerasan polisi tersebut berawal dari peristiwa senggolan
dengan salah satu tahanan berinisial Edi Nurkamidi. Rekan Edi yang juga
tahanan tak terima dan langsung mengeroyok polisi tersebut.

Akibat dikeroyok sejumlah tahanan, polisi itu mengalami luka yang
diduga disebabkan oleh senjata tajam milik salah satu tahanan yang
melakukan penyerangan.

“Ketika memasuki pintu Lapas, ada dua petugas Kepolisian bersenggolan
dengan tahanan atas nama Edi Nurkamidi yang baru keluar dari mengambil
obat di Poliklinik Lapas. Terjadi adu mulut dan polisi tersebut sempat
menendang tahanan itu. Kemudian seketika itu juga polisi tersebut
dikeroyok,” kata Agus dalam keterangan tertulis kepada media, Rabu
(1/6/2016).

Agus mengatakan, telah terjadi kesalahan prosedur pengamanan terhadap
para tahanan usai bersidang. Ia menyebut para tahanan seharusnya
mendapat pengawalan dari petugas Kejaksaan, bukan Kepolisian.
“Seharusnya sesuai prosedur yang berlaku, para tahanan diantar
petugas Kejaksaan dan dikawal anggota Polri. Ternyata tahanan ketika
masuk Lapas hanya dikawal polisi saja tanpa didampingi petugas
Kejaksaan,” kata dia.

Agus menyebut sesaat setelah terjadinya keributan, pihak Lapas
Gorontalo langsung malaporkan kejadian itu dan meminta pengamanan dari
Kepolisian Daerah Gorontalo. Namun, saat petugas Kepolisian masuk ke
dalam Lapas untuk mengamankan beberapa tahanan yang diduga provokator,
para tahanan lain melawan.
“Ketika polisi akan masuk ke Lapas, ternyata sebagian besar warga
binaan pemasyarakatan sudah berada di luar kamar, di sekitar blok, untuk
berhadapan dan melawan petugas Kepolisian,” kata Agus.

Hingga dini hari tadi sekitar pukul 01.00 WITA, para tahanan masih
berada di luar ruang tahanannya masing-masing, dan ratusan personel
Kepolisian diterjunkan untuk mengamankan situasi tegang tersebut.

“Ratusan anggota Kepolisian masih berjaga-jaga di luar tembok lapas
dan para tahanan masih belum juga bisa dimasukkan ke kamarnya
masing-masing,” ungkapnya. (Kamarberita/Adm)

No More Posts Available.

No more pages to load.