Terkait Desakan Blokir Google & YouTube, Ini Klarifikasi Ketua Umum ICMI

oleh -
Foto/Istimewat: Dr. Jimly Asshiddiqie

SriwijayaAktual.com – Beberapa waktu lalu Sekjen ICMI, Jafar Hafsah, telah mendesak
pemerintah untuk memblokir situs mesin pencari Google dan layanan
berbagi, serta streaming video YouTube. Alasan utama desakan pemblokiran
ini adalah masalah konten kekerasan dan pornografi yang bisa saja
muncul pada hasil pencarian Google sesuai dengan kata kunci yang
dimasukkan pengguna.

“Situs ini telah secara bebas untuk menebarkan konten-konten pornografi dan kekerasan tanpa kontrol sedikitpun. Google
dan YouTube telah memberikan dampak negatif bagi Indonesia, jika mereka
tidak dapat mengontrol situs-situs yang mereka unggah untuk
masyarakat.”

“Beberapa waktu lalu Google dan Youtube berhasil memblokir,
menghapus, dan menekan berita dan video radikalisme, mengapa pada saat
ini Google dan YouTube enggan untuk menghapus konten-konten mereka yang
berbau pornografi dan kekerasan,” kata Sekjen ICMI Jafar Hafsah.

Artikel Menarik Lainya!:   Prabowo Sebut, Warga DKI Jakarta Berharap Adanya Gubernur Baru

Google sendiri enggan menanggapi pernyataan dan desakan pemblokiran
yang disuarakan oleh Sekjen ICMI. Namun, baru-baru ini Ketua Umum ICMI
melakukan klarifikasi bahwa pernyataan Sekjen ICMI bukanlah sikap resmi
organisasi ICMI. Ketum ICMI juga menambahkan bahwa Indonesia tak bisa
mengikuti kebijakan seperti China yang memblokir Google dan Youtube.

“Itu bukan sikap resmi ICMI. Tidak mungkin Google sama YouTube
dilarang karena kita bukan China, kalau di China memang dan sudah
sepuluh tahun lalu. Yang harus kita lakukan sebagai bangsa bermoral
adalah membimbing generasi muda dan pengguna medsos agar punya pilihan
moral masing-masing untuk tidak membuka situs-situs porno.”

“Sebaiknya pemerintah, dan saya juga sudah bicara dengan menteri,
agar mengefektifkan pemblokiran situs porno itu dan pemerintah punya
pandangan yang sama. Kalau kita bicara melarang Google dan YouTube itu
tidak bisa karena kita di dunia bebas seperti sekarang,” kata Ketua Umum
Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Dr. Jimly Asshiddiqie,
seperti yang dilansir  Detik (08/06/2016).

No More Posts Available.

No more pages to load.