Berikut …. Enam Point Taushiyah Kebangsaan MUI Terkait Rencana Aksi 212

oleh -69 views
Wasekjen MUI Sholahudin Al-Ayubi (kiri), Sekjen MUI Anwar Abbas
(tengah), dan Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid (kanan) saat memberikan
keterangan pers di kantor MUI terkait aksi 2 Desember, Selasa
(22/11/2016)

JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengambil sikap terkait rencana Gerakan Nasional 
Pengawal (GNPF) Fatwa MUI yang akan menggelar aksi pada 2 Desember
mendatang. Berikut pernyataan sikap MUI yang tertuang dalam enam
Taushiyah Kebangsaan.
Taushiyah Kebangsaan ini ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Ma’aruf
Amin disampaikan oleh Wasekjen MUI Sholahudin Wahid di kantor MUI,
Selasa (22/11/2016).
Berikut ini Enam Taushiyah Kebangsaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ;
1. MUI mengimbau kepada masyarakat agar dalam ikhtiar
memperjuangkan aspirasinya dilakukan melalui saluran demokrasi, seperti
lobi, perundingan, musyawarah dengan para pihak pengambil kebijakan,
baik eksekutif, aparat keamanan dan penegak hukum maupun legislatif
serta bisa menyampaikan pernyataan pendapat melalui pers dan media
komunikasi lainnya. Karena hal tersebut dinilai lebih efektif dan
memberikan citra positif bagi pendidikan demokrasi di Indonesia.
2. Apabila terpaksa hendak melakukan demonstrasi, MUI mengimbau
agar dilakukan dengan sopan, tertib, damai, akhlaqul karimah, serta
mematuhi peraturan yang berlaku.
3. Terkait dengan rencana aksi unjuk rasa pada 2 Desember 2016
yang antara lain akan dilakukan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI
(GNPF MUI), maka MUI memandang perlu untuk menegaskan bahwa GNPF MUI
bukanlah bagian dari DP MUI dan tidak ada hubungan struktural formal
apapun juga antara DP MUI dengan GNPF MUI.
4. MUI meminta apabila terdapat kelompok masyarakat tetap
melakukan aksi demo pada 2 Desember 2016, hal tersebut hendaknya
dilakukan dengan tidak menggunakan atribut atau logo atau simbol-simbol
MUI.
5. MUI juga mengingatkan peserta unjuk rasa agar tetap fokus pada
tema penegakan hukum kasus agama tidak menyimpang untuk tujuan lainnya
yang tidak sesuai dengan semangat menjaga kebhinnekaan dan keutuhan
NKRI.
6. MUI menghimbau kepada pihak Kepolisian dan aparat keamanan
lainnya, hendaknya dalam menghadapi para peserta unjuk rasa tetap
mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, profesional, dan
proporsional serta menghindari penggunaan kekerasan.

Demikian Taushiyah Kebangsaan MUI ini disampaikan semoga dapat dijadikan perhatian kita bersama.
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia
Ketua Umum, Sekretaris Jenderal
(sl.ak).
Baca Juga Ini; Usai Diperiksa Perdananya Setelah Ditetapkan Tersangka, Ahok Bungkam
 

No More Posts Available.

No more pages to load.