ASTAGA !!! Gurita Narkoba di Madura

oleh -86 views
(Ilustrasi)
MADURA-JATIM- SriwijayaAktual.com – Dari 4,9 juta pengguna narkoba di Indonesia, sekitar 400 ribu orang
berada di Jawa Timur.  Peredaran narkoba di Jawa Timur, tidak hanya
terpusat di Surabaya, akan tetapi juga di Pulau Garam Madura.
Data peredaran narkoba yang dirilis akhir 2014 itu, menurut Badan
Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim, sebenarnya sudah turun. Sebab
pada 2013, sekitar 740 ribu pengguna.
Bahkan, Polda Jatim pernah menemukan sebuah desa di Kabupaten
Bangkalan yang masyarakatnya banyak menjadi pengedar narkoba, atau yang
dikenal oleh warga sekitar dengan sebutan “kampung narkoba”.
Daerah yang terkenal dengan sebutan “kampung narkoba” itu adalah Desa
Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, sekitar 5 kilometer ke arah timur
Kota Bangkalan.
Tim gabungan Polda Jawa Timur (Jatim()  saat melakukan penggerebekan di desa itu,
menemukan 37 bilik yang sengaja disediakan khusus oleh warga untuk pesta
narkoba bagi pengguna yang datang ke desa itu.
Mereka yang datang ke kampung itu, bukan hanya warga sekitar, akan tetapi kebanyakan dari Surabaya, Malang dan Sidoarjo.
Polisi menduga peredaran narkoba di Jawa Timur sebagian terpusat, bahkan ada yang dikendalikan dari Madura.
Bahkan, Polres Sampang sempat mengendus, ada seorang narapidana di
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Pamekasan, yang mengendalikan
peredaran narkoba di Jawa Timur.
Semua Kalangan Peredaran narkoba di Pulau Madura memang tidak
terbatas hanya pada kelompok masyarakat tertentu saja, akan tetapi semua
lapisan masyarakat. Mulai dari kyai, guru, pelajar dan mahasiswa bahkan
sampai petani.
Kyai
Berawal dari pernyataan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen
Pol Budi Waseso, bahwa sebuah pesantren di Madura secara massif
terdampak narkoba, dari Kyai hingga santri.
Tahun 2015 di Sumenep, tepatnya 25 Oktober, seorang kyai berinisial
MZM (50) juga dicokok polisi gegara menyimpan dan menggunakan sabu-sabu.
Yang lebih gila, di rumah pemuka agama ini, polisi menemukan 10 plastik
klip yang masing-masing berisi 0,25 gram sabu, satu sendok sabu, dua
timbangan elektrik dan seperangkat alat isap. Sabu sebanyak itu untuk
apa dan siapa?
Guru dan Mahasiswa
Bersamaan dengan ditangkapnya pemimpin pondok pesantren tersebut,
seorang guru di Bangkalan juga ditangkap karena kasus serupa, yakni
kepemilikan sabu.
Di Kabupaten Sampang, Mahasiswa, petugas Puskesmas dan pegawai Pemkab
juga pernah tertangkap kasus Narkoba tahun lalu. Jadi, dari empat
kabupaten di Madura, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, tak satu
pun sepi dari Narkoba, alih-alih bebas.
Petani
Seolah tak mau ketinggalan, petani di Madura juga dekat dengan narkoba.
Petani yang menjadi pengedar dan pengonsumsi narkoba pernah diungkap tim
narkoba Polres Sampang pada, Mei 2015. Petugas berhasil menangkap
seorang petani, saat pesta narkoba di rumahnya.
Tersangkanya adalah Moh Hari alias Mathari (31) warga Dusun Balanan,
Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah Sampang. Polisi berhasil mengendus
adanya petani yang biasa mengonsumsi narkoba itu berdasarkan informasi
yang disampaikan masyarakat.
Anak di Bawah Umur
Miris, peredaran narkoba di Pulau Madura juga merambah pada anak di bawah umur, seperti yang pernah ditangani Polres Sampang.
Satuan Narkoba Polres Sampang menggrebek sepasang remaja sedang asyik
pesta sabu di sebuah rumah kos di Jalan Kramat Kelurahan Karang Dalam,
Kecamatan Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Rabu (04/11/2015)
sekitar pukul 22.00 WIB.
Alhasil, dalam penggerebekan itu seorang pria dan wanita diciduk
polisi beserta alat bukti. Lebih mencengangkan lagi, wanitia berinisial
DW warga Imam Ghozali ini, masih dibawah umur yakni 15 tahun.
Ia ditangkap bersama temannya, Moh Arifin (32), warga Gunung Sekar
Kecamatan Kota Sampang. Mereka dinyatakan positif menggunakan narkoba
jenis sabu.

Sumber, Rimanews

No More Posts Available.

No more pages to load.