Aliansi Rakyat Yogya Tekad Melawan Bila Omnibus Law Disahkan, “Bagaimana di Daerah mu?

oleh -
Aliansi Rakyat Yogya Tekad Melawan Bila Omnibus Law Disahkan
situasi di lokasi aksinya

DIY-YOGYAKARTA, Roda Duniawi – Aliansi Rakyat Bergerak( ARB) Yogyakarta yang menggelar aksi tolak omnibus law RUU Cipta Kerja( Ciptaker) mengantarkan seruan perlawanan, apalagi andai bakal beleid itu disahkan DPR RI.

” Misalnya, kami dapat melaksanakan gerakan- gerakan lewat instrumen- instrumen hukum maupun kerakyatan,” tegas Juru Bicara ARB, Lusi, di sela- sela aksi#GagalkanOmnibusLaw di dekat pertigaan Jalur Gejayan, Yogyakarta, Kamis( 16/ 7/2020).

Instrumen hukum, sebut Lusi, dapat dicoba dengan mengajukan Judicial Review atas UU tersebut apabila disahkan nanti. Sebaliknya instrumen kerakyatan lewat aksi unjuk rasa lanjutan.

Sedangkan bagian humas ARB yang lain, Revo melaporkan isi dari draf omnibus law Ciptaker yang dibahas di DPR bakal sangat merugikan rakyat.

Artikel Menarik Lainya!:   21 Koruptor Dapat Remisi Khusus Saat Idul Fitri

” Dikala ini, banyak demonstrasi- demonstrasi yang tidak ditanggapi oleh negeri. Kesimpulannya, kami turun ke jalur lagi,” ucapnya.

Demo Kamis kemarin diiringi ratusan orang dengan jadwal menolak Omnibus Law Ciptaker. Bersumber pada pantauan CNNIndonesia. com, massa melaksanakan aksi dengan melindungi jarak.

Tiap- tiap dari para demonstran itu duduk menghadap mobil komando tempat orasi, dengan duduk dalam bundaran yang berjarak satu sama lain bagaikan bagian dari physical distancing.

” Ini menampilkan kalau terdapat perjuangan yang tidak putus, terdapat perlawanan yang tidak hendak putus serta hendak senantiasa terdapat, sebab warga pintar, tidak dapat lagi dibodohi,” ucap Revo.

Massa yang tadinya menggelar bermacam orasi politik di dekat pertigaan Jalur Gejayan Yogyakarta, dekat jam 16. 30 Wib beralih mengarah ke pertigaan jalur Yogya- Solo buat melanjutkan aksi.

Artikel Menarik Lainya!:   Resep Bakwan Kembang Kol

Aksi tolak omnibus law RUU Ciptaker sendiri pada Kamis kemarin tidak cuma berlangsung di Yogyakarta, melainkan di kota lain semacam di Surabaya( depan Tugu Pahlawan) serta Jakarta( depan Gedung DPR).

Sedangkan itu, di dalam Gedung DPR sudah berlangsung Rapat Paripurna Anggota Dewan. Hasil rapat itu menciptakan catatan 50 RUU yang masuk Prioritas Legislasi Nasional( Prolegnas) Prioritas 2020 hasil penilaian. Sebagian di antara lain merupakan RUU Haluan Pandangan hidup Pancasila( HIP), Omnibus Law Ciptaker, serta RUU Minerba. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.