Alasan Kenapa Kaki dan Ketiak Gampang Geli

oleh -

 SriwijayaAktual.com – Ketiak dan telapak kaki hampir
sebagian besar orang menjadi bagian tubuh yang paling tidak tahan geli.
Kenapa dua bagian ini paling sensitif dan tidak tahan jika digelitik
atau disentuh?
Beberapa orang mungkin memiliki bagian sensitif
yang berbeda, karena pada titik tersebut menghasilkan refleks geli
dengan derajat yang bervariasi atau bahkan tidak sama sekali. Seseorang
mungkin memiliki daerah sensitif dimana orang lain tidak merasakan
apapun.

Telapak kaki dan ketiak merupakan dua daerah dalam tubuh
yang paling sensitif bagi kebanyakan orang. Hal ini karena pada telapak
kaki memiliki konsentrasi Meissner’s corpuscles yang lebih tinggi. Ujung
dari saraf ini akan membuat telapak kaki memiliki kadar geli yang lebih
tinggi daripada bagian tubuh lainnya, seperti dikutip dari health.

Artikel Menarik Lainya!:   Banding 2 Anggota Densus 88 Yang Kawal Siyono, Diputuskan Pekan Ini

Biasanya
tempat yang paling geli adalah tempat yang sangat rentan terhadap
serangan, setidaknya di sekitar bagian atas tubuh. Pada bagian ketiak
mengandung pembuluh darah dan arteri, serta memungkinkan akses leluasa
ke jantung karena tulang rusuk sangkar tidak lagi memberikan
perlindungan kepada rongga dada di sekitar ketiak.

Hal yang sama
juga berlaku pada bagian tubuh yang geli lainnya seperti leher. Karena
tidak ada perlindungan dari tulang, maka secara otomatis seseorang akan
bereaksi ketika daerah tersebut disentuh oleh orang lain. Sebagai
tambahan, saraf reseptor yang dekat dengan permukaan kulit akan membuat
sensitifitasnya makin tinggi.

Selain itu, leher juga mengandung
bagian-bagian penting. Seperti karotid yang akan memasok darah ke otak
serta batang leher yang membawa udara ke paru-paru juga terletak
dibagian depan leher.

Artikel Menarik Lainya!:   Apresiasi Kinerja Presiden RI Joko Widodo Terhadap Kasus Ahok Dugaan Penistaan Agama

Peneliti juga menunjukkan bahwa cerebellum
(otak kecil), yang merespons sentuhan akan menunjukkan aktivitas yang
lebih saat diberi sentuhan yang mendadak dibandingkan dengan sesuatu
yang telah diantisipasi. Jika otak sudah bisa mengenali sentuhan yang
akan datang, hal ini akan membuat saraf respons tidak terlalu intens.
Makanya seseorang tidak akan pernah berhasil menggelitik diri sendiri.

Seseorang
yang tertawa saat digelitik dipengaruhi oleh faktor sosial, karena
orang akan tertawa jika yang melakukan sentuhan tersebut adalah
seseorang yang dekat atau sudah merasa nyaman satu sama lain seperti
orang tua, sahabat, atau teman. Namun, jika yang melakukannya adalah
orang lain, responsnya bukan tertawa tapi bisa saja menjadi marah. (BeritaUnik.net)

No More Posts Available.

No more pages to load.