Aksi Unjuk Rasa Tolak Tambang, Waduh !!! 3 Warga Kena Tembak

oleh -
Foto/Ist; Korban Warga Sipil Yang Tertembak

BENGKULU, SriwijayaAktual.com 
– 3 warga di Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu, terkena tembakan
polisi saat menggelar aksi unjuk rasa menolak aktivitas tambang bawah
tanah pada Sabtu, (11/6/2016). Belum diketahui persis apa pemicu
bentrokan antara warga dan polisi ini. Dua anggota Kepolisian setempat
ikut menjadi korban pembacokan oleh warga.

 

Dari data yang dihimpun, aksi unjuk rasa ini diikuti oleh ratusan
warga dari 12 desa di Kabupaten Bengkulu Tengah. Para pendemo hendak
mendatangi perusahaan tambang milik PT Citra Buana Selaras sekira pukul
10.00 WIB. Namun, keinginan warga tersebut diadang polisi yang sudah
bersiaga di lokasi tambang.

Artikel Menarik Lainya!:   Cara Memakai Bedak yang Benar Agar Rata dan Tahan Lama

“Adik saya terkena luka tembak di perut,” kata Subroto, adik dari Marta (18 tahun) yang menjadi korban.

Data RSUD M Yunus Bengkulu, total korban bentrok antara warga dan
polisi di Kabupaten Bengkulu Tengah ini mencapai empat orang warga
sipil. Tiga terkena tembakan dan seorang mengalami luka-luka.
Korban
yang mengalami luka tembak adalah Marta (18), Raden Yudi (34) dengan
luka tembak di dada kanan dan Badrin (41) luka tembak di leher.
Sementara Muan (50), mengalami luka di lengan dan dada.

Subroto mengaku, sejak lama warga sudah menolak keberadaan tambang
bawah tanah di kawasan desa mereka. Namun hal itu diacuhkan oleh
perusahaan.
“Di atas tambang itu ada kebun warga dan permukiman. Kami takut ada apa-apa. Karena itu kami menolak,” kata dia.

Artikel Menarik Lainya!:   Heboh !!! "Dedemit" Minta Tumbal di Muara Sungai Karangtirta

Sementara Bripka Safrizal, petugas yang terluka akibat bacokan
senjata tajam mengaku tidak tahu secara persis kenapa warga mengamuk. Ia
tak menampik saat aksi unjuk rasa, ada perintah untuk melakukan
penjagaan secara ketat di kawasan tambang.

Ditambahkan Bripka Safrizal, warga melempari petugas yang bersiaga
dengan batu. Sehingga membuat barikade pengamanan mundur hingga ke dalam
halaman perusahaan.
“Kejadiannya begitu cepat. Seorang warga tiba-tiba membacok dari
belakang hingga tepat mengenai bagian kepala dan punggung saya,” kata
Syafrizal yang kini dirawat di RSUD Kabupaten Kepahiang.

Sejauh ini, Kepolisian Daerah Bengkulu sudah melakukan pengamanan
lebih lanjut di lokasi bentrok. Upaya mengantisipasi bentrokan semakin
meluas telah dilakukan. “Kapolda sedang meluncur ke lokasi,” kata Kabid
Humas Polda Bengkulu, AKBP Sudarno. (Berbagaisumber/Adm)

No More Posts Available.

No more pages to load.