Aksi Unjuk Rasa Pemuda Sriwijaya; NKRI Harga Mati

oleh -
Foto/Istmwa; Ratusan massa Pemuda Sriwijaya saat berunjuk rasa di gedung DPRD Sumsel, Kamis (19/5/2016)

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com – Kemunculan benih-benih Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia,
termasuk di Sumsel dengan menyebarnya stiker berlambang palu arit,
membuat organisasi massa (Ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP)
se-Sumsel yang mengatasnamakan Pemuda Sriwijaya, bereaksi. Mereka dengan
tegas menolak keberadaan PKI, dan menyatakan Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI), harga mati. Demikian pernyataan ratusan massa Pemuda Sriwijaya saat berunjuk rasa di gedung DPRD Sumsel, Kamis (19/5/2016).

Dalam orasinya, koordinator aksi, Heri Suyatno, mengatakan ada enam
fakta dan gambaran yang mulai dilakukan PKI secara sistematis untuk bisa
bangkit, yakni PKI berjuang memperebutkan pengakuan secara de jure
melalui pencabutan Tap MPRS No XXV/1996, gugatan class action eks PKI
yang difasilitasi oleh LBH, ELSAM kepada negara di depan PN Jakarta
Pusat pada Agustus 2005.
“Mereka mengklaim jumlah korban PKI selama orde baru mencapai 20 juta
orang dengan tuntutan kompensasi perorang sebesar Rp 2,5 miliar. Namun,
tuntutan tersebut ditolak oleh PN Jakarta Pusat,” kata Heri.

Artikel Menarik Lainya!:   Prof.Mahfud MD; Mafioso Warisan Masa Lalu Sandera Penegak Hukum

Selanjutnya kata Heri, PKI berupaya menunggangi Komnas HAM untuk bisa
bangkit dengan membentuk tim ad hoc tahun 1965. Lalu, PKI coba
bermanuver di bidang budaya, yakni menggelar festival belok kiri di
Taman Ismail Marzuki.
Kemudian, PKI berupaya menempuh jalur hukum internasional “People
Tribune tahun 2015 di Den Haag”, terakhir PKI melakukan simposium pada
18-22 April 2016 dengan tema membedah tragedi tahun 1965.

Berpijak dari fakta tersebut kata Heri, pihaknya menolak keras PKI
dalam bentuk dan wujud apapun di NKRI, dan mewaspadai bahaya komunis
gaya baru dan menyatakan anti dengan PKI.
“Kami juga menyatakan perang dan berjihad dengan harta dan jiwa untuk
menghadapi generasi penerus serta dan anak cucu PKI baik anak ideologis
maupun biologis yang berkehendak serta mencoba menghidupkan kembali
ajaran komunisme di Indonesia,” katanya.

Artikel Menarik Lainya!:   NaHH ... Kondisi Hukum Era Jokowi, Prof. Yusril Bilang 'Wassalam'

Mereka juga mengharamkan permintaan maaf kepada PKI, mengharamkan
memberikan rehabilitasi, mengharamkan memberikan kompensasi dan
rekonsiliasi kepada eks PKI, dan jika pemerintah Indonesia meletakkan
berarti membenarkan komunisme yang nyata-nyata bertentangan dengan
falsafah hidup bangsa Indonesia, yaitu Pancasila serta bisa menghidupkan
kembali Nasakom jilid II.
“Dan kami juga meminta kepada Kodam II Sriwijaya, Kodim 0418 untuk
segera melakukan langkah-langkah dan tindakan, agar PKI dan
antek-anteknya tidak dapat tumbuh dan berkembang di NKRI, terkhusus di
Palembang, Sumsel,” katanya.

Menanggapi ini, Wakil Ketua DPRD Sumsel, M. Yansuri yang menemui
massa aksi, mengapresiasi tuntutan Pemuda Sriwijaya. Ia sependapat bahwa
keberadaan PKI di Indonesia tidak dapat ditawar lagi dan tidak boleh
hidup lagi di Indonesia.
“Kita semua harus waspada. Jika ada orangnya yang mengaku PKI,
tangkap. Kalau terlihat stiker silahkan lapor, karena tidak ada
ideologis lain di Indonesia ini selain ideologi Pancasila,” kata
Politisi Partai Golkar ini.

Artikel Menarik Lainya!:   Cara Memakai Bedak yang Benar Agar Rata dan Tahan Lama

Menurut Yansuri, sejauh ini Sumsel dinilai paling aman dari PKI. Ia
pun meminta massa aksi untuk tidak terlalu ekstrim menyikapi isu
munculnya kembali ideologi komunis di Indonesia.
“Jika terlalu ekstrim (menyikapi) tentunya akan merugikan kita,
terlebih saat ini Sumsel akan menyongsong Asian Games 2018,” Tandasnya (Sumselupdate/Redaksi).

No More Posts Available.

No more pages to load.