Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa UIN RF Palembang Tentang Pilrek UIN RF Palembang 2016-2020.

oleh -25 views

Ket/Foto; Masa Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa UIN RF Palembang, Diterima Ketua Senat UIN RF Palembang

PALEMBANG,
SriwijayaAktual.com – Pada 12 Mei 2016, merupakan peringatan hari
TRISAKTI di Indonesia, bertepatan Tanggal itu pula telah dilantiknya
Rektor yang baru UIN Raden Fatah Palembang, UIN Sunan Kalijaga
Jogjakarta dan Ketua STAIN Curup Provinsi Bengkulu berdasarkan surat
Keputusan Menteri Agama RI Nomor:B.II/308205,08206 dan 08207 yang
dipilih melalui mekanisme pemilihan Peraturan Menteri Agama atau PMA
Nomor:68 Tahun 2015.

“Pelantikan pada 12 Mei 2016 yang dilaksanakan
di Operation Room Gedung Kementerian Agama RI (Kemeneg RI) tersebut
menimbulkan berbagai dikalangan civitas UIN Raden Fatah Palembang dan
lainya”Ujarnya koordinator aksi  Agus Suherman Tanjung, dalam orasinya aksi unjukrasa
dihalaman Rektorat UIN Raden Fatah Palembang, Senin (16/5/2016),  yang
diikuti sekitar 100 mahasiswa yang tergabung dengan nama  Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMPK) UIN RF Palembang.

Artikel Menarik Lainya!:   Hmm .. Hmmm .. Penjual "KOPI PANGKU" Dirazia, 60 Perempuan Cantik Sexsi & Montok Diciduk

Lanjutnya,
bahwa  pemberitahuan tentang terpilihnya Rektor yang baru terkesan
mendadak dan tidak transparan. Bahkan sampai Ketua Senat UIN RF
Palembang tidak mengetahui informasinya, karena memang tidak mendapatkan
informasinya dari Kemeneg RI.

“Selain itu, PMA Nomor 68 Tahun
2015 tersebut, Kemeneg RI melalui hak priogratifnya, dinilai membunuh
otonomi kampus dengan menjadikan Senat kampus hanya sekedar pelengkap
saja”Tandasnya.

Sementara itu, Dalam orasi tuntutanya, Presiden
Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang,  M.Arif Setiawan, mengatakan, 
menolak Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 68 Tahun 2015 tentang
pengangkatan dan pemberhentian Rektor dan ketua pada perguruan tinggi
keagamaan.‬

  “Menolak hasil Keputusan Menteri Agama RI tentang penetapan Rektor UIN RF Palembang Nomor:B.II/
308205,08206 dan 08207. Karena dianggap telah terjadi pemakzulan demokrasi kampus”Bebernya.

Artikel Menarik Lainya!:   Ishak Mekki Sebut, Syahrial Oesman Harap Jangan Maju Pilgub Sumsel 2018

‪Selain
itu, meminta  kembalkan Pemilihan Rektor (Pilrek) kepada pemilihan
sistem Senat yang dinilai lebiih independensi dan tidak membunuh otonomi
kampus, serta lebih menjamin berjalanya sistem demokrasi.‬
 
“Mendesak Senat UIN RF Palembang untuk segera melaksanakan pemilihan
ulang  Rektor baru di kampus UIN RF Palembang, selambat-lambatnya 10
hari terhitung sejak 16 Mei 2016″Tandasnya Arif.

Sementara itu,
pengunjukrasa diterima oleh Ketua Senat UIN RF Palembang,  Drs Kailani
Mustafa MPdI, mengatakan,  memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang
kritis dan menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa secara tertib.‬

Kailani
menjelaskan, bahwa proses tahapan pemilihan Rektor UIN RF Palembang
sesuai prosedur mekanisme dan dipublikasikan di media online maupun
website UIN RF Palembang.‬
  “Wewenang  Senat UIN RF Palembang hanya
sebatas memberikan pertimbangan penilaian secara kualitatif dan
menyerahkan berkasnya ke Kementerian Agama RI (Kemeneg RI)  dan
selanjutnya pihak Kemeng RI yang prosesi penentuan atau penetapanya yang
terpilih menjadi Rektor”Tuturnya. 

Artikel Menarik Lainya!:   Pasca Reformasi, Sempat Buat Pemahaman Rakyat Terhadap Pancasila 'Luntur'

Kedepannya, pihaknya 
mendukung  untuk menyampaikan aspirasi dalam rangka evaluasi atau
Judicial Review terhadap Senat UIN dan  PMA Nomor:68 Tahun 2015  kepada
Kemeneg RI.  Apabila PMA tersebut kurang bagus, diperbaiki, sehingga pemilihan Rektor UIN periode kedepanya dapat
menjadi lebih baik lagi dalam tatanan demokrasi”Tandasnya. (Art).