Ahok: Jika Saya Nekat, Kasihan Anak-Anak Dapat "Jadi Korban"

oleh -70 views
Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama memberikan
keterangan pers di kediamannya, usai gagal melakukan kunjungan ke daerah
Kedoya, Jakarta Barat, Kamis (10/11/2016)

JAKARTA, SriwijayaAktual.comCalon petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok
memutuskan untuk mengurangkan niatnya mengunjungi daerah Kedoya Utara,
Jakarta Barat, akibat penolakan warga. Dia yakin, bakal terjadi
kericuhan serius antara polisi dan warga penolak dirinya di kawasan
tersebut.
“Saya sudah lewat dua kali sebenarnya. Tapi saya lihat polisi
bersenjata lengkap bawa gas air mata segala,” ujar Ahok saat ditemui di
kediamannya, Kamis (10/11/2016).
Terlebih, sambung dia, ketika itu lalu lintas di jalan raya
Kedoya sedang padat. Yang terlintas dibenaknya ketika itu, jika dirinya
memaksakan diri untuk turun menemui warga sekitar, maka massa pendemo
akan menyerangnya. Lalu Kepolisian dipastikan tidak akan tinggal diam,
dan terjadilah benturan di tengah jalan tersebut.
Padahal, kata Ahok, ketika itu juga bertepatan dengan jam pulang sekolah.
“Kalau pas ricuh ada mobil kejebak di tengah bagaimana? Dilempar
batu orang abis jemput anak sekolah. Pasti histeris, saya cuma takut
dan kasihan anak-anak bisa jadi korban dan akhirnya trauma,” terang Ahok.
Baca Ini; Ahok Lolos Dari Hadangan Warga Kawasan Kedoya Utara
Seperti diketahui, penolakan terhadap kegiatan cuti kampanye
calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali terjadi di
kawasan Kedoya Jakarta Utara, Jakarta Barat.
“Ahok dihadang puluhan warga mengatasnamakan front pembela islam
(FPI) dan majelis ulama indonesia (MUI). Mereka tidak terima
lingkungannya didatangi calon Gubernur nomor urut 2 karena kasus dugaan
penistaan agama yang membelitnya.
Ratusan aparat Kepolisian dari Polres Jakarta Barat dan bantuan
dari Polda Metro Jaya pun mengawal kedatangan Ahok. Bahkan Kepolisian
tampak begitu siap menghadapi potensi kericuhan, dengan senjata lengkap
dan kendaraan taktis yang disiagakan. (*)

Sumber, rimanews

No More Posts Available.

No more pages to load.