Abdullah Hehamahua; Posisi Penasihat KPK Masih Kosong, Berpotensi Langgar UU

oleh -56 views
KPK
(Istimewa)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan
Korupsi RI (KPK RI), Abdullah Hehamahua, mempertanyakan kepemimpinan Agus
Rahardjo dan empat Wakil Ketua KPK saat ini, karena mereka belum juga
mengangkat seseorang untuk menjadi penasihat lembaga antirasuah
tersebut. Padahal, posisi penasihat dinilai penting ,bahkan tugas pokok
dan fungsinya telah diatur sebagaimana termaktub dalam Pasal 23
undang-undang KPK.
“Saya tidak tau apa sebabnya (belum juga mengangkat penasihat).
Apakah seleksi sudah dilakukan, tapi tidak ada yang lulus. Ataukah
sengaja tidak direkrut. Kalau sengaja, berarti komisioner melanggar UU,”
ujar Abdullah melalui pesan elektroniknya kepada wartawan, Senin (17/10/2016).
Pasal 23 UU KPK diketahui berbunyi, “Tim Penasihat berfungsi
memberikan nasihat dan pertimbangan sesuai dengan kepakarannya kepada
Komisi Pernberantasan Korupsi dalam pelaksanaan tugas dan wewenang
Komisi Pemberantasan Korupsi”.
Baca Juga Ini; Hmmm .. H.Abdullah Hehamahua” Mantan Ketua Umum PB HMI serta Penasehat KPK RI, Ngisi Materi LK 1 HMI Komisariat STMIK MURA
Sementara jabatan penasihat KPK diketahui masih lowong sejak satu
tahun yang lalu. Terakhir, kursi penasihat KPK ditempati oleh Suwarsono.
Namun ia mengundurkan diri pada bulan April 2015.
Abdullah sangat meyanyangkan mengenai hal tersebut, sebab Suwarsono
adalah satu-satunya penasihat KPK. “Seharusnya posisi penasihat sudah
diisi lagi karena sudah lama kosong,” Tandasnya Abdullah, mantan Ketua Umum PB HMI Tahun 1979-1981 ini. (*).

Source, viva.co.id

No More Posts Available.

No more pages to load.