2.025 Peserta SBMPTN Masuk Unsri & Apa Yang Harus Dilakukan Peserta Yang Lulus?

oleh -
(Ilust/Net)

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com – Sebanyak 2.025 peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri
(SBMPTN) Universitas Sriwijaya (Unsri) 2016 dinyatakan lolos. Dari
jumlah tersebut, kuota penerimaan SBMPTN Unsri ini bertambah
pasca pengalihan dari kuota kosong yang berasal dari SNMPTN.

Rektor Unsri Pror Ir Anis Saggaf, MSCE mengatakan, jumlah penerimaan
calon mahasiswa SBMPTN tahun ini terbilang unik. Karena sesuai dengan
visi misi Unsri di mana jumlah calon mahasiswa yang lolos ada sebanyak
2.025.

“Berdasarkan rinciannya mahasiswa non bidik misi 1.730 orang,
sedangkan untuk peserta bidik misi yang lolos ada 295 orang. Semuanya
hasil pengumuman di akses dari laman www.sbmptn.ac.id dari laporan semua tak ada kendala,” kata Anis Saggaf saat ditemui dalam kegiatan pertemuan di gedung PPJK, Selasa (28/6/2016).

Artikel Menarik Lainya!:   Mantap !!! ... Bukti Video Testimony Pesan Terakhir Ungkapan Freddy Budiman Ditemukan, Polri Siap Gelar Nobar Videonya .... 'BONGKAR'

Berbeda dengan para peserta SNMPTN, semua peserta yang lolos dari
jalur SBMPTN tidak akan diminta verifikasi nilai rapor ataupun lainnya.
Melainkan hanya akan melakukan verifikasi tentang Uang Kuliah Tunggal
(UKT) mahasiswa nantinya.

“Jadwal sudah kita tetapkan, mulai dari tanggal 14-15 Juli mereka
akan melakukan verifikasi UKT. Perlu diingat bila proses ini hanya
ditujukan pada peserta non bidik misi,” ujarnya.

Hal berbeda bagi peserta yang lolos bidik misi. Mereka tak perlu
repot karena pihak panitia akan melakukan kunjungan visitasi ke rumah
masing-masing calon. Sesuai jadwal akan dimulai pada 1 sampai 11 Juli
mendatang.

“Bidik misi cukup duduk diam di rumah. Semua tim dan petugas Unsri
yang akan datang langsung ke sana guna mengecek data peserta,” bebernya.

Artikel Menarik Lainya!:   Presiden RI Joko Widodo, Tetapkan 12 Pahlawan Nasional Untuk Gambar Uang RI' Rupiah

Ia menambahkan, untuk penyerahan berkas khusus peserta bidik non misi
dan bidik misi dimulai pada 18-19 Juli. Dilanjutkan pengecekan
kesehatan dan pemeriksaan narkoba. Mengenai jurusan yang paling
terfavorit dan memiliki banyak peminat, terjadi
perubahan paradigma. Karena biasanya kedokteran selalu menjadi primadona, namun
tahun ini jurusan manajemen.
“Urutan pertama dari manajemen, akuntansi, pertambangan dan hukum.
Sedangkan kedokteran mulai tergusur dari pilihan terbanyak,” paparnya.

Ia mengimbau calon peserta yang tak lolos jangan berkecil hati. Sebab
pihaknya sudah menyiapkan jalur seleksi Ujian Saringan Mandiri (USM),
yang pendaftarannya sudah dibuka.
“Peserta tetap bisa mencoba dari jalur USM, di mana ada sekitar 2000 kursi yang kita sediakan,” pungkasnya. (Adm).

Artikel Menarik Lainya!:   Menkumham Yasonna Laoly, Kurang Setuju Usulan KPK Soal Hukuman Tambahan Koruptor !!!

Sumber, Beritapagi

No More Posts Available.

No more pages to load.